Tampilkan postingan dengan label Info Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Bisnis. Tampilkan semua postingan

PT. PERTAMINA (Persero) BERIKAN MODAL & BINAAN USAHA UNTUK BISNIS ANDA

Jumat, 02 Maret 2012


 
Mitra Binaan Bisa Mendapatkan bantuan Rp. 10-50 Juta.

Program Kemitraan Pertamina merupakan program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakan sekitar wilayah operasi Pertamina guna mendukung kegiatan usaha Pertamina dan mitra bisnis. Apa syarat agar bisa menjadi mitra binaan Pertamina?

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pertamina mempunyai visi menjadi lembaga pembinaan usaha kecil dan koperasi terkemuka yang dapat mengangkat citra Pertamina di mata masyarakat Indonesia. Salah satu misinya menjadikan usaha kecil dan koperasi mitra binaan sebagi unit usaha yang produktif, efisien, profitable, dan dapat mendukung usaha dan mengangkat citra Pertamina. Program ini hadir sejak tahun 1993 sebagai bentuk kepedulian Pertamina terhadap usaha kecil dan koperasi di berbagai tempat di tanah air.
 “Bagi kita (baca: Pertamina) program ini hadir untuk membantu dan meningkatkan usaha kecil . Kita utamakan usaha kecil yang memproduksi atau mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Contohnya dari enceng gondok yang telah di keringkan kemudian menjadi tas,” papar Rudi Sastiawan SE, MM, Kepala Program Kemitraan- Divisi PKBL, Direktorat Keuangan, Pertamina. Jadi, hampir semua sektor usaha boleh mendapat bantuan Pertamina kecuali usaha-usaha yang bersifat kurang memberdayakan sumber daya manusia seperti katering, organ tunggal dan salon.
Bagi siapa saja yang tertarik untuk mendapatkan bantuan dari Pertamina maka bisa mengajukan melalui 23 kantor unit Pertamina yang terletak di berbagai tempat di Indonesia. Untuk daerah operasi hulu antara lain Aceh Timur, Bajubang-Jambi, Prabumulih-Sumatera bagian selatan, Brastagi-Sumatera Utara, Cirebon-Jawa Barat, Cepu-Jawa Tengah, Garut-Jawa Barat, Balikpapan-Kalimantan Timur, Minahasa-Sulawesi Utara, Sorong-Papua.
Untuk unit pengolahan antara lain: Pangkalan Brandan-Sumatera Utara, Dumai-Riau, Plaju-Sumatera Selatan, Cilacap-Jawa Tengah, Indramayu-Jawa Barat, dan unit Pemasaran antara lain : Medan, Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Ujung Pandang dan Jayapura. “Bagi yang mengajukan kredit dari Range Rp. 0-25 juta bisa melalui kantor unit Pertamina di berbagai daerah dan biasanya waktu yang di butuhkan sampai bantuan di kucurkan 2 minggu sedangkan untukrange Rp 25-50 juta harus melalui kantor pusat Pertamina Jakarta dan waktu yang dibutuhkan dari apply sampai dikucurkan bantuan biasanya 1 bulan. Artinya, plafon maksimal peminjaman hanya sampai 50 juta, dengan batas pengembalian selama 3 tahun,” ujar pria kelahiran Yogyakarta 18 Agustus 1960 ini.

BESAR PENJAMAN DAN PENGEMBALIAN.
Untuk tahun ini (2006) Pertamina menyediakan dana PKBL sebesar Rp. 58 Milyar. setiap mitra binaan bisa mendapat bantuan yang jumlahnya antara Rp. 10 – 50 juta dengan bunga yang bervariasi. Pinjaman Rp 10 juta bunganya 6%, Rp 10-30 juta bunganya 8%, Rp 30-50 juta bunganya 10% dan diatas 50 juta bunganya 12% setahun. “Biasanya dana PKBL  tiap tahun meningkat tergantung dari keuntungan yang telah di peroleh Pertamina,” tambahnya. Sejauh ini, dana yang disalurkan pertamina telah mencapai 438 miliar (july 2006).
PERSYARATAN
Menurut Rudi, sejauh ini ada 20-30% tunggakan dari mitra binaan. “untuk meminimalkan tunggakan kita menggunakan cara dengan jaminan atau agunan. Biasanya yang di jadikan agunan  atau jaminan itu BPKB atau sertifikat tanah. Selain itu, setiap pengajuan kredit oleh mitra binaan  harus di lampirkan surat dari RT/RW/Lurah yang menyatakan calon mitra tersebut benar-benar berdomisili di daerah tersebut, jga di tambah dengan KTP dan KK serta surat rekening listrik karena kalau KK dan KTP bisa di palsukan sedangkan surat rekening listrik susah untuk di palsukan.” katanya.
Sosialisasi Pertamina agar program kemitraan dan bina lingkungan dikenal melalui berbagai cara dengan menyebarkan Brosur, Website, Komunikasi antar mitra binaan dan tentu saja media massa memiliki peranan penting.
Syarat-Syarat mengikuti program kemitraan Pertamina :
1.    Telah Menjalankan usahanya minimal 1 (satu) tahun serta mempunyai potensi dan prospek untuk di kembangkan.
2.    Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha), atau memiliki omset penjualan tahunan paling banyak Rp 1 miliar.
3.    Warga Negara Indonesia.
4.    Bersedia menyerahkan agunan/ jaminan atas pinjaman .
5.    Tidak sedang mendapat bantuan pembinaan dari BUMN dan instansi sejenis yang lain.
6.    berbentuk badan usaha perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi.
DOKUMEN YANG HARUS DISIAPKAN :
No & Dokumen
Usaha kecil belum berbadan hukum
Usaha kecil telah berbadan hukum
Koperasi
1. KTP
V
V
V
2. Kartu Keluarga
V
-
-
3. Akte Pendirian
-
V
V
4. SIUP, TDP, NPWP dan Ijin lainnya
-
V
V
5. Surat Keterangan Domisili Usaha
V
V
V
6. Lap. keuangan minimal 1 periode
V
V
V
7. Proposal rencana pembiayaan usaha
V
V
V
8. Bukti kepemilikan jaminan*
V
V
V
*)untuk limit dengan jumlah tertentu 
Info lebih lanjut dapat menghubungi :
·         Pertamina (Head Office) Jl. Merdeka Timur 1 A, Jakarta 10110. Telp: 021-3456235, website: www.pertamina.com . Email : pkbl[at]pertamina.com
·         Semarang. Jl. Pemuda 114, Semarang Telp: 024-3581420
·         Surabaya. Jl. Jagir Wonokromo 88, Surabaya. Telp: 031-8405609
·         Balikpapan. Jl. Letjen Suprapto Balikpapan, Kalimantan Timur. Telp: 0542-742211
·         Sulawesi Utara. Jl. Raya Lansot 9 Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara. Telp: 0431-353380
·         Sorong. Jl. Jend A.Yani. Telp: 0951-322352
·         Sumatera Utara. Jl. DR Wahidin No. 1 Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Telp: 0620-20335
·         Ujung Pandang. Jl. Garuda 1, Ujung Pandang. Telp: 0411-835451
·         Palembang. Jl. Jend A Yani No. 1247, Palembang. Telp: 0711-519556
Sumber info : www.partisimon.com

Selasa, 31 Januari 2012

IJAZAH SARJANA BISA DIJADIKAN AGUNAN UNTUK WIRAUSAHA

Anda ingin memulai usaha sendiri? Kini Kementerian Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah siap menampung sarjana calon wirausahawan muda. Untuk mendapatkan modal, para sarjana dapat memanfaatkan ijazah sebagai agunan.

Ijazah Sarjana Bisa Jadi Agunan WirausahaDemikian penuturan Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan pada hari Jumat Tgl 12 Februari 2010 di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya. "Berapa pun jumlah sarjana kami akan menampung. Mereka tinggal menyampaikan proposal. Jika proposal itu visible dan layak secara bisnis, maka mereka langsung kami beri modal," ucapnya.
Untuk wilayah Jatim, Kementerian Urusan Koperasi dan UKM siap menampung sekitar 1.000 sarjana tahun 2010 ini. Fasilitas kewirausahaan bagi mahasiswa sangat penting. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Braman Setyo, saat ini di Jatim terdapat 57.000 sarjana yang masih menganggur.
Anda bisa menghubungi Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di :
Website: http://www.depkop.go.id
Telp: +6221-5204366-74, 52992999, 52992882
Faks: +6221-5204383, 5204378


Seleksi Wirausaha Mahasiswa
Secara terpisah. Mendapati tingginya tingkat kegagalan program wirausaha mahasiswa seperti terjadi di Universitas Gadjah Mada yang mencapai 60 persen pada 2009, sistem seleksi penerima hibah perlu diperketat. Pengetatan ini diperlukan untuk memberikan hibah kepada mahasiswa yang sungguh-sungguh ingin berwirausaha.
Karena ketatnya seleksi itu, tingkat keberhasilan wirausaha mahasiswa di Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DIY mencapai 70 persen. "Sebanyak 70 persen itu yang masih jalan sampai sekarang, beberapa di antaranya sudah mulai bisa mengembalikan modal," ujar Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Budi Santosa Wignyosukarto, Rabu (10/2).
Karena keberhasilan ini, Program Wirausaha Mahasiswa (PWM) yang dikucurkan mencapai Rp 1,25 miliar. Jumlah ini meningkat dari dana tahun 2008 sebesar Rp 1 miliar yang dibagi kepada 61 kelompok yang telah lolos seleksi.
Salah satu usaha yang dinilai paling berhasil di Kopertis Wilayah V Yogyakarta adalah perkebunan tanaman untuk bahan parfum oleh mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Sampai saat ini belum diketahui jumlah usaha yang masih mempunyai potensi terus berkembang.
Seleksi ketat dilakukan di Kopertis Wilayah V DIY, salah satunya karena jumlah peminat melebihi kuota yang tersedia. "Proposal yang masuk ada 233 proposal, setelah seleksi keluar 61 kelompok," kata Budi.
Bangkrut
Evaluasi Center of Entrepreneurship Development (CED) UGM menyebutkan, dari 62 kelompok wirausaha mahasiswa UGM penerima modal usaha pemerintah, hanya 24 kelompok yang berhasil dan masih berpotensi mengembangkan usahanya. Sebanyak 38 kelompok lain gagal karena usahanya tidak berpotensi berkembang atau stagnan. Dari kelompok yang gagal ini, tiga usaha bangkrut, sedangkan enam lainnya gulung tikar.
"Sisanya masih buka, tetapi usahanya stagnan, tidak ada potensi mengalami kemajuan," kata Ketua Bidang Kompetisi CED UGM Ibnu Wahid FA.
Menurut Ibnu, faktor utama kegagalan adalah minimnya keterampilan dan konsep wirausaha. Salah satu usaha yang gagal itu adalah peternakan bebek dan usaha pembuatan makanan kecil. Kedua usaha ini gulung tikar sebelum modal usaha sempat kembali.
Usaha-usaha yang berhasil umumnya berkonsep sederhana, tetapi inovatif. Restoran Jepang Hotaru karya Saiqa Ilham Akbar BS misalnya.
Usaha yang mempunyai dua cabang ini menggabungkan konsep restoran dengan pusat suvenir Jepang. Selain menyediakan makanan khas Jepang, restoran ini juga menjual berbagai pernak-pernik dan pakaian khas Jepang.
Ibnu mengatakan, tahun 2009, UGM menerima kucuran dana hibah sebesar Rp 2 miliar dari PWM Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dari jumlah ini, hanya Rp 1 miliar yang terserap untuk modal usaha mahasiswa karena tidak banyak peserta mendaftar.

AYO BERWIRAUSAHA!

Sumber : kompas.com

Kemudahan Memperoleh Fasilitas Perbankan

Minggu, 15 Januari 2012


Langkah mudah untuk memperoleh fasilitas pinjaman kredit bank adalah cukup dengan melengkapi persyaratan awal untuk pengajuan fasilitas kredit tersebut yang akan diproses guna mendapatkan dukungan finansial yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Adapun persyaratan yang diperlukan meliputi :
1. Company profile
2. Legalitas usaha
3. KTP para pemegang saham
4. NPWP pribadi para pemegang saham
5. Legalitas pendukung seperti ijin-ijin lainnya
6. Laporan keuangan 2 tahun terakhir (laporan keuangan in house) dan atau audited (audit independen)  kapitalisasi jumlah lain
7. Rekening koran 6 bulan terakhir (diseluruh rekening bank yang dimiliki)
8. Salinan kontrak / SPK pembangunan
9. Salinan PO / Invoice yang telah / akan terealisasi
10. RAB maupun RAP atas kontrak / pekerjaan yang akan dilaksanakan
11. Daftar piutang yang belum terbayar sampai dengan awal bulan berjalan
12. Daftar hutang yang belum terbayar sampai dengan awal bulan berjalan
13. Daftar persediaan / stock barang sampai dengan bulan berjalan (berikut nominal)
14. Daftar klien atau customer berikut contact person (secukupnya)
15. Daftar pemasok berikut contact person (secukupnya)
16. Salinan sertifikat jaminan (pihak lain / berikut perjanjian kerjasamanya)
17. Salinan IMB berikut PBB tahun terakhir / berjalan.
Dokumen dokumen tersebut diatas diperlukan untuk awal pengajuan dan  bilamana ada hal yang mungkin ingin dijelaskan bisa menghubungi Kami. Tentunya pihak Kami akan siap menjelaskan dan membantu Bisnis Anda untuk kemudahan memperoleh fasilitas kredit Perbankan. Sukses untuk Bisnis Anda

 
FASILITAS BANK © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions